Injak Wajah Pelajar SMP di Aceh Timur, Gadis Ini Dipolisikan

ACEH TIMUR — Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh tindakan kekerasan yang melibatkan kalangan remaja. Kali ini, sebuah insiden penganiayaan berat menimpa seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Kabupaten Aceh Timur. Tak terima dengan perlakuan kasar dan tidak manusiawi yang dialami oleh anaknya, orang tua korban akhirnya resmi mengambil jalur hukum. Mereka melaporkan seorang gadis yang diduga kuat sebagai pelaku utama penyerangan fisik tersebut ke pihak kepolisian setempat setelah video aksi kekerasan itu beredar luas.
Langkah hukum ini diambil untuk memberikan efek jera sekaligus meminta keadilan atas trauma fisik dan psikologis mendalam yang kini diderita oleh korban.
Kronologi Kekerasan yang Mengundang Kecaman Publik
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lapangan, insiden memprihatinkan ini bermula dari adanya perselisihan paham atau salah pengertian yang terjadi di antara pelaku dan korban di luar jam sekolah. Perselisihan yang awalnya hanya berupa adu mulut di media sosial itu kemudian berlanjut menjadi pertemuan fisik di sebuah lokasi yang sepi dari jangkauan warga sekitar. Di lokasi tersebut, pelaku yang berusia sedikit lebih tua dari korban langsung melakukan tindakan konfrontatif dan melakukan penganiayaan secara sepihak.
Tindakan pelaku dinilai sudah sangat keterlaluan karena tidak hanya memukul, tetapi juga dengan sengaja menjatuhkan korban ke tanah lalu menginjak bagian wajah korban berulang kali.
“Kami selaku pihak keluarga sangat terpukul melihat kondisi anak kami. Tindakan pelaku sangat kejam dan tidak bisa ditoleransi. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke Polres Aceh Timur agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas salah seorang kerabat korban dengan nada geram.
Penyelidikan Pihak Kepolisian dan Pendampingan Korban
Setelah menerima laporan resmi dari pihak korban yang dilengkapi dengan bukti visum dokter serta rekaman video kejadian, jajaran Satreskrim Polres Aceh Timur bergerak cepat melakukan penyelidikan. Petugas agenda pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian serta memanggil pihak terlapor untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Mengingat pihak yang terlibat dalam pusaran kasus ini sebagian besar masih masuk dalam kategori usia di bawah umur, proses penyidikan akan dilakukan secara khusus.
Pihak kepolisian memastikan akan melibatkan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta berkoordinasi dengan dinas sosial setempat guna memberikan pendampingan psikologis (trauma healing) bagi korban yang saat ini masih mengalami syok berat dan enggan untuk kembali bersekolah akibat menanggung rasa malu yang mendalam.
